PPID Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan

Resmi Diperpanjang, Kementan Gelar Rakor Membahas Program READSI Bersama 18 DPMO




Setelah selesai mengelar Pelatihan Literasi Keuangan (PLEK) bagi Perwakilan Rumah Tangga Petani di 342 Desa, 18 Kabupaten dan 6 Provinsi lokasi program READSI pada 20 -23 Agustus 2022, Nasional Project Management Office (NPMO) Pusat melaksanakan kegiatan lanjutan untuk menyusun rencana kerja dan anggaran program READSI Tahun 2023 dan evaluasi pelaksanaan pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Santika BSD City, Serpong, Tangerang, pada 30 Agustus – 1 September 2022 lalu.

Lely Nuryati selaku Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) menyampaikan bahwa, “Pertemuan ini bertujuan untuk membahas rencana kerja dan anggaran program READSI tahun 2023 dan evaluasi Pelatihan Literasi Keuangan Bagi Perwakilan Rumah Tangga Petani yang telah dilaksanakan di 3 Kabupaten di Provinsi Gorontalo yaitu Bone Bolango, Gorontalo, Pohuwato; 3 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara; 3 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu Kolaka, Kolaka Utara, Konawe; 5 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Banggai, Buol, Parigi Moutong, Poso dan Toli-toli; 2 Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yaitu Sambas dan Sanggau; serta 2 Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu Kupang dan Belu”.

Pertemuan tersebut mengundang 10 Kepala UPT Pelatihan beserta Widyaiswara Penjamin Mutu Pelatihan Lingkup BPPSDMP, person in charge (PIC) NPMO Pusat dan Nasional Project Management Office (DPMO) Kabupaten lokasi program READSI. Turut hadir pula Kepala Dinas Kabupaten Luwu Timur dan Gorontalo untuk mengikuti secara langsung pembahasan rencana kerja dan anggaran READSI Tahun 2023.

“Berdasarkan surat yang telah terbit dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2022 dan surat dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) tanggal 25 Agustus 2022, maka program READSI resmi diperpanjang sampai tahun 2025, oleh karena itu DPMO lokasi program READSI harus segera menyusun rencana kerja dan anggaran program READSI tahun 2023 karena financial agreement rencana akan dilaksanakan Bulan September”, terang Lely.

Lebih lanjut, Kapuslatan menjelaskan bahwa kegiatan READSI yang telah berjalan akan terus disempurnakan dari waktu ke waktu melalui mid term review (MTR).

“Akselerasi kegiatan READSI juga perlu dilakukan agar penggantian dana daerah (reimbursement) segera dapat dilakukan, sehingga tidak perlu menunggu selesai banyak kegiatan baru mengajukan reimbursement, “imbuh Lely.

Guna tertib administrasi kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan, seluruh tim DPMO, NPMO dan widyaiswara penjamin mutu pelatihan tiap kabupaten melakukan penyempurnaan mulai dari penyelesaian laporan pelatihan, kelengkapan administrasi keuangan, kelengkapan administrasi pengadaan, dokumentasi foto dan video dan rekap data hasil evaluasi penjaminan mutu tiap lokasi pelatihan/kabupaten. Berdasarkan hasil penilaian, terpilih 5 lokasi penyelenggara pelatihan terbaik dengan indikator kelengkapan administrasi pelatihan mulai dari laporan/lokasi pelatihan, keuangan, pengadaan, dokumentasi foto dan video serta penjaminan mutu pelatihan, yaitu Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Pohuwato Provinsi Gorontalo, Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kupang Provinsi NTT.

Pada pertemuan tersebut peserta juga berkesempatan untuk memperoleh sosialisasi awal tentang rencana kegiatan magang petani lokasi READSI di P4S Bali pada tanggal 25 September – 9 Oktober 2022. “Kegiatan tersebut rencana akan dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersamaan dengan fornas P4S dengan mengundang 500 P4S di Indonesia. Oleh karena itu, mulai sekarang pihak DPMO harus segera mengidentifikasi P4S/cocoa doctor dan/atau petani lain yang layak untuk dimagangkan, ungkap Siti Karimatun selaku Deputi Administrasi Program READSI.

Adapun lokasi magang petani rencana akan dilaksanakan di 8 titik yaitu P4S PMK Gobleg, P4S PMK Bali Organikultur, P4S PMK Wiwanda Agrow, P4S PMK Bali Organik, P4S PMK Sri Organik, P4S PMK Mimba Farm, P4S Cau Chocolate dan P4S The Silas. Adapun informasi lebih lanjut terkait kegiatan ini akan disosialisasikan lagi pada pertemuan selanjutnya. NING/YNI

Telah terbit di : www.swadayaonline.com