PPID Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan

Petani Burikan Lakukan Penyimpanan Benih Kedelai dengan Abu




Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), menegaskan pengembangan produksi kedelai harus dilakukan. Karena, kedelai adalah bahan baku utama tahu tempe yang menjadi favorit masyarakat Indonesia. "Masyarakat kita rata-rata pemakan tahu tempe. Jadi kedelai ini tidak boleh bersoal’, ujarnya.

Akibat perubahan iklim ekstrim ini, terjadi serangan hama penyakit tanaman di mana-mana dan sehingga menyebabkan sistem produksi di sentra pangan dunia terganggu. Akhirnya negara-negara produsen melakukan retriksi sehingga negara-negara produsen tidak melakukan ekspor, khawatir Covid-19 tidak berhenti sehingga menyebabkan ketersediaan pangan di pasar nasional menurun.
Dalam situasi seperti ini, solusinya adalah kurangi ketergantungan impor, caranya saat ini ada program dari Kementan yaitu menanam satu juta hektar untuk menghasilkan satu juta ton kedelai dan petani harus memanfaatkan peluang ini. Dedi menambahkan setelah itu lakukan diversifikasi tanam lokal.

Tahun 2022 memang istimewa , sebuah awal kebangkitan setelah hampir dua tahun dilanda pandemi, namun kegiatan pertanian tidak boleh berhenti. Tak hanya padi, Pemkab Klaten gencar menanam kedelai. Satu di antaranya di Desa Burikan, Kecamatan Cawas yang dikenal penghasil kedelai. Bahkan, tahun ini pada musim ini naik hingga 2 kali lipat sekaligus awal menuju swasembada kedelai di dapat tercapai di tahun 2026.

Kedelai termasuk komoditas tunai yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, bahkan seiring dengan perkembangan industri pangan dewasa ini dapat menjadi komoditas agribisnis yang memberikan prospek cerah. oleh karena itu kedelai merupakan salah satu komoditas pangan yang sedang gencar dikembangkan di Kabupaten Klaten. Dalam upaya pengembangannya terdapat peluang pertumbuhan baru untuk peningkatan produksi kedelai yang berasal dari perluasan areal, peningkatan produktivitas, peningkatan stabilitas hasil, penekanan senjang hasil dan penekanan kehilangan hasil.

Dalam penerapan lima aspek sumber pertumbuhan produksi kedelai tersebut terdapat pula beberapa kendala utama. salah satu diantaranya adalah ketersediaan benih tidak memenuhi enam tepat Mutu, Varietas, Jumlah, Tempat dan Harga ). Mutu benih ditentukan secara genetis, fisiologis, dan fisik. secara genetis, benih harus memiliki sifat-sifat sesuai dengan deskripsi varietas yang bersangkutan. sedangkan untuk mendapatkan benih bermutu secara fisiologis dan fisik diperlukan penanganan pra dan pascapanen yang balk, meliputi : teknik bercocok tanam, pengendalian llama dan penyakit, gulma, waktu panen, cara panen, pasca panen dan penyimpanan benih.

Terlepas dari hal tersebut, petani di Desa Burikan Kecamatan Cawas melakukan inovasi sederhana dalam penyimpanan benih kedelai. Seperti disampaiak ketua kelompok tani Mardi Tani disela acara Merdeka Panen kedelai bersama menteri pertanian dan Bupati waktu itu, “ Petani di Burikan sudah biasa menyimpan kedelai untuk ditanam tahun depan , inovasi sedrerhana ini sudah lama dilakukan sejak ada sekolah lapang kedelai tahun 2013 inovasi dari penyuluh desa binaan , alhamdullaah berkat ilmu sederhana petani di desa Burikan bisa menyiapkan benih untuk ditanam dipematang di bulan februari saat musim tanam padi”, dan hasil panen di pematang nantinya akan ditanam di bulan Mei saat musim tanam kedelai.

Hal senada juga disampaikan Tutwuri Handayani, koordinator BPP kecamatan Cawas , “ Untuk memproduksi benih kedelai benih yang bermutu, diperlukan pengetahuan praktis tentang teknik produksi benih serta pemahaman terhadap peraturan perbenihan. Untuk menghasilkan benih kedelai bermutu tinggi, diperlukan pengelolaan pertanaman maksimal meliputi pemilihan lokasi yang tepat, musim tanam, kultur teknik, waktu tanam, penanganan pascapanen, dan seleksi yang ketat, dan hal itu dirasa rumit petani belum mampu sehingga petani memilih untuk menyimpan secara mandiri dengan inovasi sederhana yaitu disimpan dengan abu / sekam bakar yang diberi koran sebagai pembatasnya”.Benih ini nantinya akan ditanam dipematang dan panennya untuk persiapan benih yang akan ditanam di bulan Mei, “ lanjut wuri.

Bersamaan dengan acara Gerakan Merdeka Panen Kedelai , Bupati Klaten Sri Mulyani menyempatkan praktek bersama petani dipandu oleh penyuluh bagaimana menyimpan benih kedelai secara sederhana dengan abu dan kertas koran. Beliau menyampaikan bahwa inovasi sederhana ini sangat mudah dilakukan dan berharap inovasi ini bisa diadopsi oleh petani yang lain khususnya petani di wilayah Kecamatan Cawas. “ Inovasi ini ternyata sangat mudah sekali hanya cukup dengan ember yang diberi abu lalu dilapisi kertas koran kemudian kedelai dimasukkan dilapisi koran dan abu lalu tutup rapat simapan , gampang sekali oleh sebab itu silahkan ditiru inovasi sederhana ini, semoga ke depan petani bisa mandiri benih kedelai ‘, pungkasnya.

Terpisah Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengapresisasi kegiatan ini, ia berharap pengembangan kedelai dapat di masifkan ke semua daerah di indonesia sehingga kebutuhan kedelai dapat terpenuhi dari produksi dalam negeri tentunya perlu dukungan dari semua pihak baik daerah maupun pusat terutama petani sendiri. Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di tengah Krisis Pangan Dunia beberapa negara sudah menyetop eskpor pangannya termasuk komoditi kedelai,” Untuk mengatasi itu tidak ada cara lain selain kita harus mengembangkan komoditi kedelai dalam negeri sehingga kebutuhan kedelai dalam negeri bisa kita penuhi sendiri. Dan ini merupakan peluang bagi petani karena kedelai sekarang memiliki nilai jual yang bagus, jadi petani tak perlu lagi ragu untuk menanam kedelai “ Tukas Suwandi. TWH/YNI

Telah terbit di : www.swadayaonline.com